Tuesday, February 6, 2018

MACAM-MACAM BENTUK NERACA AKUNTANSI

MACAM-MACAM BENTUK NERACA AKUNTANSI

Kali ini kita akan membahas tentang neraca dalam akuntansi. Dalam suatu perusahaan pasti terdapat laporan keuangan, dimana laporan keuangan ini merupakan informasi mengenai keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu yang digunakan untuk melihat kinerja perusahaan tersebut. Nah dalam laporan keuangan ini teragi menjadi empat macam yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan laporan arus kas dan laporan neraca.

Berbicara tentang neraca, neraca terbagi menjadi dua bentuk yaitu :
1. Neraca Bentuk Staffel
Penulisannya dibuat dalam bentuk urut ke bawah mulai dari aktiva, kewajiban dan pasiva.
2. Neraca Bentuk Scontro
Penulisannya dibuat menjadi 2 kolom yaitu sisi kiri yang disebut AKTIVA dan sisi kanan yang disebut PASIVA. Aktiva berisi semua akun klasifikasi aktiva sedangkan Pasiva berisi kewajiban dan modal.

Berikut ini adalah contoh Neraca Staffel dan Neraca Scontro :

Gambar 1. Neraca Staffel dan Neraca Scontro

Dari Gambar 1 di atas dapat dilihat bahwa :
Pada neraca staffel penulisan aktiva, kewajiban maupun modal ditulis secara berurutan dari atas ke bawah dan hanya 1 kolom.
Sedangkan pada neraca scontro penulisan aktiva di kolom sisi kiri dan pasiva di kolom sisi kanan, dimana pasiva terdiri dari kewajiban dan modal.

Dalam laporan neraca terdiri dari tiga unsur seperti pada contoh di atas yaitu :
Assets = Liabilities + Equity
1. Aktiva (Assets): Aktiva merupakan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh dari aktiva ini misalnya uang kas, persediaan barang dagangan, inventaris kantor, piutang usaha, dan lain-lain.
2. Kewajiban atau Utang (Liabilities): Merupakan kewajiban perusahaan kepada kreditur yaitu supplier dan bankir. Contohnya utang usaha yaitu kewajiban perusahaan untuk membayar utangnya kepada supplier atas pembelian barang-barang tertentu. Contoh lain yaitu utang gaji yaitu kewajiban perusahaan untuk membayar gaji karyawannya.
3. Modal (Equity) : Merupakan kekayaan bersih perusahaan.


Friday, January 26, 2018

VPoint Media Solusindo : Pengertian dan Cara Menghitung DPP (Dasar Pengenaan Pajak)

Di artikel kali ini kita akan belajar tentang pajak, kita akan belajar istilah DPP yaitu kependekan dari Dasar Pengenaan Pajak. Langsung saja kita bahas pengertian DPP atau Dasar Pengenaan Pajak yaitu jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang. Untuk lebih gampangnya, DPP ini merupakan nilai barang sebelum ditambah dengan PPN. Diman DPP ini berkaitan dengan PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Nah sekarang agar lebih paham kita pelajari cara menghitung DPP dengan contoh case tertentu misalnya :
  1. PT. VPoint Media Solusindo menjual software akuntansi beserta mesin kasir seharga Rp.33.000.000,00 dimana harga tersebut sudah termasuk PPN 10%. Hitunglah berapa nilai DPP serta PPN nya.
Penyelesaian :
Diketahui : 
Nilai akhir = 33.000.000
PPN = 10%
Ditanya :
DPP
Jawab :
Nilai akhir = DPP + PPN
33.000.000 = DPP + 10% x 33.000.000
33.000.000 = DPP + 3.000.000
DPP = 33.000.000 - 3.000.000
DPP = 30.000.000

Jadi nilai Dasar Pengenaan Pajak sebesar Rp. 30.000.000,00

Sekarang coba kita turunkan rumusnya ke rumus perhitungan yang lebih sederhana
Nilai Akhir = DPP + PPN
Nilai Akhir = DPP + 10% x DPP
Nilai Akhir = DPP + 0,1 x DPP
Nilai Akhir = 1,1 x DPP
DPP = Nilai Akhir / 1,1

Nahh, jadilah rumus perhitungan DPP yang lebih sederhana yaitu DPP = Nilai Akhir / 1,1
Sehingga :
DPP = Nilai Akhir / 1,1
DPP = 33.000.000 / 1,1
DPP = 30.000.000
Nilai DPP sebesar Rp. 30.000.000,-




Monday, January 8, 2018

Vpoint Media Solusindo : Pengertian Aktiva Lancar dan Contohnya

Vpoint Media Solusindo :

Pengertian Aktiva Lancar dan Contohnya 

Nah setelah mempelajari tentang aktiva tetap pada postingan sebelumnya yang berjudul Pengertian Aktiva Tetap dan Jenis-jenisnya, kali ini kita akan belajar tentang aktiva lancar. Pengertian aktiva lancar menurut wikipedia yaitu jenis aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun.
source : google.com

Berikut ini merupakan contoh-contoh aktiva lancar yaitu :
  • Kas
Kas merupakan aktiva paling lancar. Yang dimaksud aktiva paling lancar disini adalah paling mudah dicairkan atau diuangkan sewaktu-waktu. Yaitu apapun yang bisa ditabungkan di bank serta dapat dengan mudah ditarik sewaktu-waktu. Misalnya uang dan check yang belum dicairkan.
  • Investasi Jangka Pendek
Investasi yang ditujukan untuk dijual kembali dalam jangka waktu yang pendek dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.
  • Piutang
Piutang merupakan tagihan kepada seseorang atau badan usaha tertentu yang muncul karena operasi normal.
  • Persediaan
Persedian juga termasuk aktiva lancar baik persediaan barang dagang yang akan dijual kembali maupun persediaan bahan baku.
  • Beban dibayar di muka
Beban dibayar dimuka merupakan aset yang diperoleh karena adanya pembayaran yang manfaat dan pemakaian ekonominya tidak habis dipakai dalam satu periode. Contohnya sewa gedung yang dibayar dahulu dimuka serta pembayaran asuransi dimuka.

Referensi :

Tuesday, January 2, 2018

VPoint Media Solusindo : Pengertian Aktiva Tetap dan Jenis-jenisnya

VPoint Media Solusindo

Pengertian Ativa Tetap dan Jenis-Jenisnya

Dalam belajar akuntansi tentunya kita sering sekali mendengar istilah aktiva tetap. Apa itu aktiva tetap? Apa saja jenis-jenis aktiva tetap? Mari kita bahas pengertian dan macam-macam aktiva serta masing-masing contohnya.
Menurut Wikipedia istilah aktiva atau yang biasa disebut "Aset" itu adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan. Untuk lebih mudahnya biasanya aktia ini diistilahkan dengan "Harta" atau "Aset". 
Sedangkan pengertian aktiva tetap dalam akuntansi menurut Wikipedia adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. Contoh dari aktiva tetap ini misalnya bangunan, pabrik, alat-alat produksi, perlengkapan kantor, kendaraan bermotor dan lain-lain.
source : google.com

Sekarang, kita lanjutkan ke pembahasan tentang jenis-jenis aktiva tetap berdasarkan sifatnya. Aktiva tetap dibagi menjadi dua yaitu, Aktiva Tetap Berwujud dan Aktiva Tetap Tidak Berwujud.
  1. Aktiva Tetap Berwujud merupakan aktiva tetap yang memiliki bentuk fisik seperti contoh-contoh aktiva tetap yang sudah disebutkan di atas yaitu bangunan, kendaraan, perlengkapan kantor, alat-alat produksi, pabrik, tanah.
  2. Aktiva Tetap Tidak Berwujud merupakan aktiva tetap yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi sangat besar manfaatnya bagi perusahaan. Contohnya adalah Hak Cipta, Hak Paten, Merk Dagang.
Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Aset
https://id.wikipedia.org/wiki/Aset_tetap
http://www.spengetahuan.com/2017/01/pengertian-aktiva-tetap-dan-karakteristiknya-lengkap.html

Website :
http://vpoint.id



MACAM-MACAM BENTUK NERACA AKUNTANSI

MACAM-MACAM BENTUK NERACA AKUNTANSI Kali ini kita akan membahas tentang neraca dalam akuntansi. Dalam suatu perusahaan pasti terdapat l...